Kementerian Agama Pastikan Biaya Haji 2025 Akan Turun Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Penurunan biaya haji 2025 akan diupayakan dari komponen penerbangan, akomodasi (pemondokan/hotel), konsumsi, dan transportasi.

Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Ilustrasi - Ratusan calon haji mulai tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi pada Selasa lalu, (23/5/2023). 

TRIBUNBEKASI.COM — Kementerian Agama (Kemenag) RI memastikan biaya ibadah haji 2025 akan mengalami penurunan dibanding biaya ibadah haji pada tahun sebelumnya. 

Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i mengatakan bahwa penurunan biaya ibadah haji tersebut sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang memberikan perhatian khusus terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 nanti. 

Menurutnya, Presiden Prabowo juga meminta agar nantinya pelaksanaan haji dapat lebih baik, efisien, dan tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

“Skema usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1446 H/2025 M sedang dilakukan revisi sesuai dengan arahan Presiden untuk menurunkan biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan," ujar Muhammad Syafi'i, Jumat, 27 Desember 2024.

"Hasil revisi akan disampaikan kepada Komisi VIII DPR RI untuk dibahas dalam Panitia Kerja,” imbuhnya. 

Baca juga: Mudik Nataru, Menkes Minta Pengendara Wajib Beristirahat setelah 3-4 Jam Perjalanan

Baca juga: Ancam Pakai Parang dan Linggis, Tiga Perampok Sekap Korban dan Bawa Kabur Mobil Pajero Sport 

Muhammad Syafi'i mengungkapkan hal itu usai mengikuti rapat dengan Menteri Sekretaris Negara dan arahan khusus dari Sufmi Dasco Ahmad bersama Menteri Agama RI dan Kepala Badan Penyelenggara Haji di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Romo Syafii, sapaan akrab Muhammad Syafii, menambahkan bahwa Panja Haji rencana akan dibentuk pada 30 Desember 2024 pada Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI.

Setelah itu, pemerintah dan DPR RI akan memutuskan berapa besar penurunan biaya haji tahun 2025.

“Yang pasti (biaya haji 2025) lebih murah. Meskipun DPR saat ini sedang reses, tapi mereka akan bersidang di masa reses untuk kepentingan bangsa dan negara. Baru setelah itu rapat panja. Di situlah baru diputuskan berapa biaya haji,” jelas Romo Syafi’i.

Romo Syafi'i menjelaskan bahwa penurunan biaya haji 2025 akan diupayakan dari komponen penerbangan, akomodasi (pemondokan/hotel), konsumsi, transportasi, sebagai komponen utama biaya haji.

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Perintahkan Personel Kepolisian Awasi Jalur Wisata dari Aksi Pemalakan

Baca juga: Naik Rp 8.000 Per Gram, Cek Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Jumat Ini Dibanderol Segini

Biaya penerbangan, misalnya, merupakan komponen tertinggi, persentasenya rata-rata 35-40 persen dari biaya haji adalah untuk penerbangan. 

Dia menambahkan bahwa biaya-biaya lain juga akan dilakukan rasionalisasi, sehingga diperoleh angka biaya haji yang ideal. 

“Outputnya adalah meningkatkan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan bagi jemaah haji dengan biaya yang lebih efisien. Kami sedang mencoba menyisir kembali berdasarkan manajemen biaya yang lebih baik”, tegasnya.

Lebih lanjut, Romo Syafi'i  menuturkan bahwa Kementerian Agama juga akan meminta persetujuan DPR RI perihal penggunaan Uang Muka BPIH untuk mendukung kelancaran persiapan penyelenggaraan ibadah haji.

Khususnya, kata dia, keperluan kontrak di Armuzna yang harus segera diselesaikan.

Baca juga: Menko PMK: Arus Mudik Nataru Lancar, Diprediksi Arus Balik 29 Desember dan 1 Januari

Baca juga: Rugikan Negara Rp 1 Triliun Lebih, Crazy Rich Budi Said Divonis 15 Tahun dan Bayar Uang Rp35 Miliar

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved