Kasus Pembunuhan Sandy Permana
Pelaku Pembunuhan Aktor Sinetron Sandy Permana, Berhasil Dicokok Polisi
Pelaku pembunhan tersebut dicokok oleh tim gabungan dari Polres Metro Bekasi dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Ichwan Chasani
"Kru juga, kru film, orangnya baik, cuman dia pendiam, pendiam aja memang begitu sifatnya," ucap Bambang Prayitno.
Bambang pun tak menyangka jikga pelaku bisa berbuat keji menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam.
"Kaget juga saya, ada permasalahan apa, penyebabnya apa, itu masih tanda tanya saya," imbuhnya.
Baca juga: Sebelum Tewas di Marunda, Rekaman CCTV Tunjukkan Purnawiran Brigjen TNI Kendarai Mobil ke Dermaga
Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: PT Honda Prospect Motor Butuh 15 Operator Pengemudi Mobil
Syok lihat korban
Sandy Permana (46), pemain sinetron berjudul Misteri Gunung Merapi atau Mak Lampir tewas di rumah sakit usai ditusuk tetangganya di Perumahan Cibarusah, Kabupaten Bekasi pada Minggu, 12 Januari 2025.
Istri korban, Ade Andriani mengaku terkejut atas kejadian tersebut.
Dia menceritakan, saat kejadian dirinya masih tidur di kamarnya.
Sebab, kejadian itu pukul 07.30 WIB dan Sandy Permana sudah biasa keluar pagi untuk memberi makan ternaknya.
Baca juga: Bongkar 11 Kasus Peredaran Narkoba, BNN Ungkap Keterlibatan Warga Binaan dan Petugas Rutan
Baca juga: Simak Harga Emas Batangan Antam di Bekasi, Selasa Ini Turun Rp 8.000 Per Gram jadi Segini
"Kalau kronologi awalnya ya, saya nggak tahu pasti ya. Karena kejadiannya itu pagi, saya masih tidur. Sekitar jam setengah delapan saya dibangunin. Saya disuruh siap-siap ke rumah sakit," katanya saat ditemui di kediamannya pada Senin, 13 Januari 2025.
Ade mengaku bingung saat diminta ke rumah sakit oleh tetangganya karena saat itu, tetangganya bilang bahwa suaminya sedang di rumah sakit karena jatuh.
Akhirnya, dirinya beranjak pergi untuk menuju ke rumah sakit. Akan tetapi, dia merasa curiga ketika melihat sepeda listrik suaminya itu penuh darah.
"Akhirnya saya mau pergi. Pas saya sampai di luar, saya lihat motor listrik suami saya penuh darah. Saya syok pas lihat, kenapa ini motornya penuh darah? ‘Nggak, nggak, nggak’ Ya udah, ayo buruan ke rumah sakit, kata tetangga saya itu," ungkapnya sambil menahan tangis.
Dia melanjutkan, sesampainya di rumah langsung melihat suaminya terbaring dan penuh darah.
Baca juga: Minta Pelaku Penusukan Sandy Permana Dihukum Berat, Ade Andriani: Nyawa Dibayar Nyawa
Baca juga: Sosok Sandy Permana, Aktor Sinetron Mak Lampir, di Mata Keluarga dan Tetangga
Ade sempat berkomunikasi dengan suaminya Sandy agar tetap kekuat.
"Sampai di rumah sakit, saya lihat suami saya sudah terbaring, sudah penuh darah. Tapi masih sadar, saya ajak ngobrol, dia respon," katanya.
kasus pembunuhan
Kasus Pembunuhan Sandy Permana
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi
Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar
| Istri Nanang Gimbal Bantah Suaminya Modifikasi Pisau yang Dipakai untuk Menikam Sandy Permana |
|
|---|
| Istri Nanang Gimbal Akan Lakukan Hal Ini Demi Keringanan Hukuman Jika Tak Dapat Maaf Keluarga Sandy |
|
|---|
| Keluarga Bantah Tudingan Nanang Gimbal Pemabuk, Botol Miras di Rumah Hanya Hiasan |
|
|---|
| Belajar dari Kasus Pembunuhan Sandy, Pesinetron Choky Andriano: Hal Utama Jaga Ucapan dan Perbuatan |
|
|---|
| Ade Andriani Belum bisa Terima Permintaan Maaf Istri Nanang Gimbal, Inginnya Nyawa Dibayar Nyawa! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Olah-TKP-13-Jan.jpg)