Kerusuhan di Jakarta
Sidang Etik Bripka Rohmat Digelar, Fakta Baru Tragedi Rantis Brimob Dibongkar
Sidang etik Bripka Rohmat digelar tertutup di Mabes Polri terkait tewasnya driver ojol Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI – Suasana di Gedung TNCC Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025) pagi terasa tegang.
Sejumlah awak media sudah berjaga di halaman, menanti jalannya sidang etik yang menyita perhatian publik.
Nama yang menjadi sorotan adalah Bripka Rohmat, anggota Batalyon Brimob Polda Metro Jaya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kompol Cosmas Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewasnya Ojol Affan Kurniawan
Baca juga: Tri Adhianto Pastikan 10 Ribu Pekerja Ojol hingga Pemulung di Kota Bekasi Dilindungi BPJS Gratis
Ia adalah pengemudi kendaraan taktis (rantis) yang menewaskan pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, beberapa waktu lalu.
Sekitar pukul 09.35 WIB, Rohmat tiba di lokasi dengan mengenakan seragam dinas harian lengkap, ditambah baret biru khas Brimob.
Wajahnya tampak tegang, langkahnya mantap, namun jelas ia menyadari banyak mata tertuju padanya.
Sidang Etik Bripka Rohmat
Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) digelar tertutup. Publik hanya bisa mengintip dari luar pagar, berharap mendapat jawaban atas tragedi yang merenggut nyawa seorang ayah muda pencari nafkah itu.
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, hadir langsung memantau jalannya sidang. Ia menegaskan sidang hari ini merupakan lanjutan dari sidang etik yang dimulai sehari sebelumnya.
Baca juga: Chikita Meidy Nangis, Rugi Ratusan Juta Gegara Live TikTok Hilang
Baca juga: Uya Kuya Baru Berani Pulang, Lihat Rumahnya yang Dijarah Minta 20 Kucingnya Dikembalikan
“Hari ini fokus pada pengemudi kendaraan, yakni Bripka Rohmat,” kata Anam saat ditemui usai memasuki gedung.
Anam menjelaskan, sidang ini akan kembali memaparkan konstruksi peristiwa dari sudut pandang sang pengemudi.
“Harapan kami, sidang ini bisa mengurai kenapa kendaraan itu meninggalkan rombongan, kenapa tetap melaju, dan bagaimana akhirnya bisa sampai ke markas. Itu penting agar kita dapat gambaran utuh,” ujarnya.
Menurutnya, rekaman video yang sempat viral di media sosial akan dibandingkan dengan keterangan Bripka Rohmat.
Dari sana diharapkan publik bisa mendapat kejelasan, apakah benar ia mengetahui keberadaan korban atau justru sebaliknya.
“Situasi di dalam kendaraan, kondisi psikologis pengemudi saat menghadapi keramaian, dan komunikasi internal di dalam mobil juga akan menjadi fokus pendalaman,” tambahnya.
| Ahmad Sahroni Ungkap Anak-anaknya Di-Bully Akibat Hoaks ‘Black Mamba’ saat Penjarahan |
|
|---|
| Berikut Putusan MKD DPR RI untuk Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, Nafa Urbah, dan Adies |
|
|---|
| Tangis Haru Uya Kuya Usai MKD Putuskan Dirinya Kembali Aktif Jadi Anggota DPR: Tak Langgar Etik |
|
|---|
| Sahroni, Eko , Nafa , dan Uya Kuya Lolos dari Pemecatan DPR, Pengamat Soroti Transparansi MKD |
|
|---|
| Lama Tak Muncul Usai Dijarah, Sahroni Gelar Doa Bersama dan Siap Bangun Rumahnya Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/poster-foto-korban-meninggal-dunia-Affan-Kurniawan.jpg)