TAG
kasus penyiraman air keras
-
Tercatat, total biaya pengobatan dan perbaikan kendaraan yang telah dikeluarkan oleh VU (38) adalah Rp 24 juta.
Senin, 23 Desember 2024
-
saat itu, sebelum mengalami teror penyiraman air keras, korban sedang mengendarai sepeda motor seorang diri.
Rabu, 11 Desember 2024
-
Menurut Kompol Yus Jahan, korban dipepet dari belakang oleh pelaku, karenanya luka paling banyak dialami korban di bagian belakang tubuhnya.
Rabu, 11 Desember 2024
-
Jadi sasaran teror air keras selama 4 bulan terakhir, seorang warga Medansatria, Kota Bekasi, sudah lapor polisi namun sejauh ini tidak ada hasilnya
Kamis, 5 Desember 2024
-
Polres Jakbar juga kerap menjumpai dan mengamankan sekelompok remaja atau pelajar hendak tawuran, namun membawa air keras.
Rabu, 25 September 2024
-
"Saya ngeliatnya sih cuman dia dari arah sana terus langsung naruh motor, buka baju, nyemplung ke got aja," kata Ali di lokasi,
Jumat, 13 Januari 2023
-
Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan menjelaskan pelaku diamankan pada Sabtu (9/7/2022) lalu, setelah kabur ke sejumlah tempat di wilayah
Senin, 11 Juli 2022
-
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, anak yang menjadi korban penyiraman air keras ayah kandung dirawat di RSUD Cibitung dan dicover Jamkesda.
Jumat, 24 Juni 2022
-
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, hari ini menjenguk R (2), korban kekerasan penyiraman air keras yang dilakukan ayah kandung di RSUD Cibitung.
Jumat, 24 Juni 2022
-
Menolak bercerai, menjadi penyebab Kenji Kenji (26), warga Sukatani, Kabupaten Bekasi aniaya istri, anak dan mertuanya dengan menyiram air keras.
Senin, 20 Juni 2022
-
Polsek Sukatani melakukan pengejaran terhadap pelaku penyiraman air keras terhadap istri, anak dan mer di Kabupaten Bekasi.
Senin, 20 Juni 2022