Berita Nasional

Menparekraf Beri Pendampingan dan Pelatihan Untuk Tingkatkan Kualitas Desa Wisata Hilisimaetano 

Kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno ke Desa Wisata Hilisimaetano tersebut terkait penyelenggaraan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Wisata Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Rabu sore (22/6) 

Hilisimaetano sendiri akan menjadi peserta Desa Sejahtera Astra (DSA). 

Baca juga: Pemkab Bekasi Gandeng PDAM Tirta Bhagasasi dan BUMN Bangun Pengolahan Air Bersih di Kedungwaringin

Baca juga: Mahasiswa Desak DPRD Karawang Jelaskan Soal Dugaan Fee 5 Persen Dana Pokir

DSA adalah program pembinaan dan pengembangan desa dari Astra selama satu tahun ke depan.

Hal tersebut selaras dengan tujuan penyelanggaraan ADWI, yakni agar menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Itu diharapkan dapat membangkitkan ekonomi desa. Kebangkitan ekonomi dari desa-desa untuk membangun Indonesia. 

Hilisimaetano terbentang sepanjang sekitar 500 meter. Itu menjadikan permukiman  tradisional Desa Hilisimaetanö ini sebagai kampung terpanjang di seluruh kepulauan Nias.

Desa ini juga merupakan salah satu desa adat tertua di Kabupaten Nias Selatan dengan sejumlah peninggalan sejarah, seperti batu megalitik, rumah adat, serta tradisi-tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Baca juga: Sebelum Tewas di depan Kantor RW, Joko Wibowo Sempat Cekcok dengan Tetangganya

Baca juga: Toyota Fortuner Nyungsep ke Kali, Tiga Orang Luka-Luka

Untuk mencapai Desa Wisata Hilisimaetano diperlukan waktu tempuh sekitar 2,5 jam dari Bandara  Binaka, dengan menggunakan kendaraan roda empat. 

Bicara potensi, Desa Wisata Hilisimaetano memiliki segudang kekayaan alam dan seni budaya.

Dari sisi keindahan alam, desa tersebut memiliki wilayah seluas 10 hektar yang merupakan dataran  dengan beberapa perbukitan. Mayoritas penduduk memiliki mata pencaharian petani.

Hilisimaetano menjadi  salah satu lumbung padi terbesar yang ada di Kepulauan Nias. Di Hilisimaetano juga  terdapat hutan, gua, serta air terjun.

Terkait seni dan budaya, Desa Wisata Hilisimaetano kaya akan tarian adat, diantaranya Tarian Maluaya Si'oligo, tarian yang menyiratkan persatuan seluruh masyarakat desa.

Baca juga: Pesawat Susi Air Jatuh di Perairan Papua, Warganet: Syukurlah Semua Penumpang dan Pilot Selamat

Baca juga: Motor Pria yang Tewas Dikeroyok di Depan Kantor RW Raib, Istri Korban: Dia Mau Isi Bensin 

Selain itu, ada Tari Fogaele, atau yang lebih dikenal dengan tarian penyambutan di mana para penari wanita membawa Bola Nafo - tas anyaman berisi sirih - untuk diberikan pada tamu kehormatan.

Tarian ini menunjukan kelembutan para wanita. Kemudian, Tari perang - Faluaya - , seperti namanya.  Tarian tersebut menunjukan keperkasaan para pejuang. 

Desa Wisata Hilisimaetano juga memiliki tradisi Mame Afo. Itu adalah tradisi pemberian sirih untuk para tamu yang di dalamnya terdapat tarian Maluaya Si'oligo dan Fogaele Fahombo, menjadi salah satu atraksi utama.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved