Berita Nasional

Subsidi BBM Bisa Dipangkas 70 Persen, Anggota Komisi VII DPR RI: Saya Kira Bisa Dilakukan segera

Data yang diterima DPR, hanya 30 persen BBM bersubsidi dikonsumsi sepeda motor dan angkutan umum.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Ilustrasi - Data yang diterima DPR, hanya 30 persen BBM bersubsidi dikonsumsi sepeda motor dan angkutan umum. 

Selama ini, jelas subsidi kontraproduktif. Selain tidak tepat sasaran, juga menjadi mubazir.

"Subsidi BBM memperlebar jurang kaya dan miskin. Penikmat terbesarnya orang kaya,” ujarnya.

Selain itu, konsumsi BBM melonjak seiring peningkatan kemacetan di jalan.

Artinya, subsidi malah terbakar di jalan.

Hal lain yang disoroti Mamit ialah solar malah dikonsumsi kendaraan pengangkut hasil tambang dan kebun sawit.

Padahal, pertambangan dan perkebunan sawit dimiliki orang-orang kaya.

"Tata ulang subsidi, harus direformasi" kata dia.

Ia juga mendesak pemerintah segera menaikkan harga BBM.

"Menaikkan sekali atau dicicil dampaknya akan sama. Daripada ribut terus, sekalian saja,” ujarnya.

Faisal mengingatkan, BBM harus mahal karena minyak sumber daya langka.

Dengan tingkat produksi sekarang, Indonesia akan kehabisan cadangan minyak sebelum 2030.

Artinya, kebutuhan minyak akan sepenuhnya dari impor.

Sejak 2007, Indonesia telah menjadi importir bersih.

Sebab, jumlah produksi di bawah konsumsi.

Kini, setiap hari Indonesia hanya memproduksi 600.000 barel minyak.

Padahal, konsumsinya mencapai 1,6 juta barel per hari.

Selisih 1 juta barel harus diimpor dan dibayar dalam mata uang asing.

Impor BBM salah satu penyebab rupiah melemah karena permintaan uang asing tinggi untuk membayar impor.

(TribunBekasi.com/BAS)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved