Berita Jakarta

UMP DKI Jakarta 2023 Diputuskan Naik Sebesar 5,6 Persen Jadi Rp 4,9 Juta

Sebelum penetapan UMP 2023 tersebut, telah ada pembahasan dalam rapat dewan pengupahan.

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah usai rapat pimpinan (rapim) di Balai Kota DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 naik sebesar 5,6 persen dibanding tahun sebelumnya.

Persentase kenaikan tersebut setara dengan angka UMP yang pada tahun depan menjadi Rp 4,9 juta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah menyampaikan hal tersebut usai rapat pimpinan (rapim) di Balai Kota DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2022).

"Penetapan UMP 2023 tersebut sesuai Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023," ujar Andri Yansyah.

Lebih lanjut, Andri Yansyah menjelaskan bahwa sebelum penetapan UMP 2023, telah ada pembahasan dalam rapat dewan pengupahan.

BERITA VIDEO: BESARAN KENAIKAN UMP 2023, HERU BUDI HARTONO: SEDANG DIBAHAS, TETAP MENGACU PADA PERMENAKER 18/2022

Rapat dewan pengupahan tersebut menghadirkan beberapa unsur, yaitu dari unsur pemerintah, pengusaha yang diwakili Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), buruh, lalu yang terakhir Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah menyebutkan bahwa besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP 2023) akan diumumkan pada Senin (28/11/2022).

"Ya nanti tunggu tanggal 28 November 2022, UMP 2023 bakal diumumkan," ujar Andri Yansyah saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2022).

Baca juga: ASN Pemkab Karawang Bantu Korban Gempa Cianjur, Kumpulkan Donasi Hingga Rp 355 Juta

Baca juga: Peduli Gempa Cianjur, Ponpes Attaqwa Kirim 5.000 Paket Sembako

Tanggal tersebut merupakan batas waktu akhir bagi masing-masing provinsi untuk mengumumkan UMP 2023 di wilayahnya.

Andri Yansyah juga menginformasikan, setidaknya terdapat empat rekomendasi yang telah dihasilkan usai sidang dewan pengupahan beberapa waktu lalu.

Rekomendasi pertama, Andri Yansyah menginformasikan dari unsur pemerintah merekomendasikan kenaikan UMP 2023 menjadi Rp 4.910.798 atau naik sebesar 5,6 persen.

"Waktu sidang dewan pengupahan kan sudah kami sampaikan bahwa dari unsur pemerintah memang mengikuti perhitungan yang dilakukan oleh tim pakar," ucap Andri Yansyah.

Lalu rekomendasi yang kedua, ada dari unsur buruh yang merekomendasikan kenaikan UMP 2023 sebesar 10,55 persen.

Baca juga: PT Heinz ABC Indonesia Buka Peluang bagi Petani Karawang Pasok Cabe untuk Bahan Baku Saus Sambal

Baca juga: Selain Tanam Modal di Karawang Hingga Rp 1,2 Triliun, PT Heinz ABC Indonesia Ramah Lingkungan

Halaman
1234
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved