Penembakan Brigadir J

Jadi Tersangka, Bharada E Tak Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Kabareskrim: Ini Masih Pendalaman

Bharada E dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan Jo Pasal 55 dan 56 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang lain ancaman 15 tahun penjara.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Miftahul Munir
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto (pegang microphone-red) menyampaikan perkembangan kasus Brigadir Yosua, Kamis (4/8/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Pada Rabu (3/8/2022) malam lalu, Bareskrim Polri telah menetapkan Bharada Richard Eliezer (Bharada E) sebagai tersangka pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Bharada E dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan Jo Pasal 55 dan 56 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang lain ancaman 15 tahun penjara.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, pihaknya tidak menerapkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana karena masih terus mendalami.

"Ini masih rangkaian proses pendalaman dari temuan selama pemeriksaan oleh Timsus yang dilakukan," ucapnya di Mabes Polri Kamis (4/8/2022).

Menurut Komjen Agus Andrianto, pihaknya juga memeriksa 25 personel aparat kepolisian yang menangani awal kasus kematian Brigadir Yosua.

Baca juga: UPDATE Penembakan Brigadir Yoshua, Kapolri Copot 10 Perwira, Berikut Ini Daftar Namanya

Baca juga: Preview Liga 1 PSM Makassar vs Persija Jakarta: Bernando Tavares Sebut Persija Lawan Berat Juku Eja

Bahkan, sebagai personel yang tengah menjalani proses pemeriksaan oleh timsus bakal ditaruh di tempat khusus.

Apabila dalam proses pemeriksaan ini ditemukan pelanggaran tindak pidana dan perbuatan yang dilakukan atas kematian Brigadir Yosua maka akan diproses secara hukum.

"Baik itu menghalangi proses penyidikan, menghilangkan barang bukti, menyembunyikan barang bukti sehingga menghambat proses penyidikan, nantinya akan setelah menjalani proses pemeriksaan kode etik," tutur Jenderal bintang tiga.

Nantinya rekomendasi dari Irwasum bakal dijadikan dasar untuk melakukan peningkatan status kepada beberapa anggota polisi tersebut.

Tidak menutup kemungkikan, penyidik akan membongkar adanya pihak yang melakukan, menyuruh perbuatan pidana ataupun dengan kuasanya memberi perintah membunuh Brigadir Yosua.

Baca juga: Selesai Diperiksa Bareskrim 7 jam, Irjen Ferdy Sambo Percayakan Kepada Timsus Bentukan Kapolri

Baca juga: IKA ELITS Gelar Charity Golf untuk Pengadaan Listrik Berkelanjutan di Wilayah Pascabencana

"Ini akan menjadi landasan kita dalam melakukan proses penyidikan yang kita lakukan," ujar Agus.

Timsus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit ini mendapat surat rekomendasi dari penyidik untuk evaluasi penanganan perkara yang dilaporkan di Polres Metro Jakarta Selatan dan sempat dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Timsus ingin menggali apakah penanganan awal kasus ini sudah sesuai dengan prosedur atau tidak.

"Hal ini adalah untuk melaksanakan perintah bapak Kapolri membuat terang kasus ini, sehingga siapapun yang turut serta atau menyuruh melakukan itu akan terbuka," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved